on a village (Taken with instagram)
Beberapa saat yang lalu, saya dan keluarga pulang ke kampung halaman, kota tercinta, Malang. Menyusuri padatnya lalu lintas dan sampailah di bumi Arema ini. Bicara soal Malang, tentunya kita sering mengasosiasikan kota ini dengan Apel, Bakso dan tentunya Arema. Arek Malang, merupakan padanan frase dengan arti Anak Malang. Sebagai informasi, yang disebut Malang ini bukan terbatas pada kota Malang dan kabupatennya, namun termasuk daerah sekitarnya, seperti Batu.
Nama Arema memang sebelumnya tercatat pada sejarah kerajaan Singosari, ketika dipimpin Raja Kertanegara. Saat itu, Kertanegara mempunyai Patih hebat bernama Kebo Arema. Kehebatannya dalam menumpas berbagai pemberontakan, membuat namanya diabadikan untuk sebuah klub sepak bola terbesar, yang kemudian bertumbuhkembang sebagai tradisi di Malang Raya.
Tentang Arema, sebuah klub yang digemari hampir seluruh warga Malang Raya yang bahkan lebih populer ketimbang saudara tuanya, Persema Malang, banyak hal menarik di dalamnya. Arema dan Malang adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Seperti Jakarta dengan Persija-nya.
Ketika anda mencoba menyusuri daerah Malang, dari kampung ke kampung. Tukang becak, ojek, supir angkot, pedagang, warga kampung, semua bicara Arema. Hal ini adalah bukti bahwa Arema bukanlah klub sepak bola semata, namun juga Tradisi, Budaya dan Warisan. Sehingga jangan heran, kapanpun dan dimanapun Arema berlaga, Aremania dan Aremanita siap membirukan stadion, bahkan termasuk saat melawat ke Surabaya, Persebaya, dimana banyak Aremania bilang, mereka adalah rival. Ini juga membuktikan slogan Aremania, “Kami tidak ke mana-mana, tapi kami ada di mana-mana”.
Video of the month
| @robeevanjava : | angelina sondakh apa kabar nya |
| @begobet : | perhatian banget sih, kamu ? |
| @robeevanjava : | sondakh bet demokrat |
| @begobet : | apa sondakh hahahaha sial! ya udah hibur aku kek :P |
| @robeevanjava : | AKU GA PUNYA PULSAAAA |
| @begobet : | seinget aku gak |
Tak kenal, maka tak cinta. Tak cinta, maka tak sayang. Yak. Moto tersebut tidak ada hubungannya dengan artikel pemrograman Python yang akan saya tulis kali ini.
Et dah, kenapa ditulis bang ?
………….
Biarin aja, ini blog blog gue, suka-suka doms.
Kali ini saya sengaja menulis artikel pemrograman bertitel From Python with Love : Edisi Surat-suratan. Tentu saja saya tidak sedang menulis cerita cinta, cerita kasih, cerita jomblo yang susah move on, apalagi menulis skrip sinetron. OH TIDAK
Kali ini saya sekedar mau share bagaimana caranya mengirim surat elektronik a.k.a email. Adapun syarat untuk menjalankan program ini adalah : .. eng ing eng… PUNYA AKUN EMAIL. Kalau masih pakai telegram jelas ga bisa.
Berikut snippletnya :
import smtplib
def main():
fromaddr = 'usertest@gmail.com'
toaddrs = 'tost@gmail.com'
username = 'usertest'
password = 'password'
subject = "From Python with Love"
headers = "From: %s\r\nTo: %s\r\nSubject: %s\r\n\r\n" %(fromaddr,toaddrs,subject)
msg = headers+" Just test bro \n "
server = smtplib.SMTP('smtp.gmail.com:587')
server.starttls()
server.login(username,password)
server.sendmail(fromaddr, toaddrs, msg)
server.quit()
if __name__ == '__main__':
main()
Dalam contoh ini, saya menggunakan smtp dan akun email GMail.
Demikian From Python with Love, episode Surat-suratan. Selamat Sore.
Araya (Taken with Instagram at Plaza Araya Malang)
World Minimized here (Taken with Instagram at Batu Night Spectacular)
Lantern Garden (Taken with Instagram at Batu Night Spectacular)