Suatu ketika saya tergugah oleh ingatan masa lalu. Ketika saya sedang wawancara di sebuah sekolah (yang katanya) nasional plus. Seperti pada umumnya proses rekrutmen seorang karyawan, saya harus melewati berbagai tahap, salah satunya adalah tes wawancara. Seperti biasa, saya ditanya-tanya. (untung ga ditoyor-toyor wahihi), soal pendidikan, keahlian, dan lain sebagainya.
Ketika wawancara membahas soal pendidikan saya, pewawancara itu bertanya di mana saya berkuliah. Saya pun menyebutkan salah satu perguruan tinggi swasta di Batam, lalu si pewawancara itu langsung mengangguk. Proses wawancara tanpa disangka terhenti cukup lama di bagian “pendidikan” ini. Tapi bukan saya yang bikin lama tentunya.
MEREKA MENGANGGAP INI HARAM, ITU HARAM LALU SERTA MERTA PUNYA LEGITIMASI APA UNTUK MENGHENTIKAN INI SEMUA
Suatu ketika, di sebuah bus menuju Probolinggo. Seorang “oknum” aparat, mengacung-acungkan senapannya, meminta salah satu penumpang untuk memberikan kursinya pada “oknum” ini.
Pemandangan masa lalu di atas terjadi ketika saya naik bus jurusan Malang - Probolinggo. Lupa, entah Akas atau apa. Yang jelas, saya ngeri betul dengan senapan yang begitu ringan, sempat teracung 60 cm dari jidat orang awam tersebut.
Mungkin ini jaman edan, tapi istilah homo homini lupus terlalu seram untuk dipakai. Tapi sudah terlalu sering kekuatan dipakai semena-mena untuk sekedar menunjukkan siapa saya, siapa dia, atau demi kepentingan tertentu. Labelnya pun beragam, mulai dari agama, hingga jual nama keadilan.
Hari Jumat, bagi saya adalah hari baik. Hari munculnya ide baru dan biasanya (tidak sering) mood kerja terbawa santai. Mungkin karena besok adalah hari libur. Jumat ini saya iseng membuat 1 code yang cukup berguna jika kita ingin mengecek apakah suatu akun Paypal sudah terverifikasi atau belum.
Sungguh, di code ini. Tidak dibutuhkan 1 pun API Key atau apapun itu. yang dibutuhkan untuk pengecekan hanyalah akun paypal untuk pengecekan. Skrip ini juga tidak dimaksudkan untuk hal negatif.
Metode yang saya lakukan sepenuhnya menggunakan autentikasi normal, namun semua dilakukan curl nya PHP. Sehingga saya hanya cukup mengambil nilai balik / return value dari function yang sudah saya buat.
File ingin saya unggah, tapi lebih baik jika saya hanya menerima request saja. Yang tertarik boleh mention saya di Twitter. (lihat About). Siapa tahu skrip ini berguna buat anda. Tapi kalau sudah pakai API nya Paypal, maka skrip ini tidak akan berguna banyak.
Untuk mendapatkan API nya Paypal, silahkan mendaftar ke developer.paypal.com dan anda akan mendapatkan fasilitas yang cukup membantu.
Disclaimer : Saya tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan atau malfunction dari coding yang ada di sini. Segala kerusakan dan akibat dari code ini adalah tanggung jawab anda sepenuhnya !
Jumat pagi yang basah. Hari ini hujan turun berderai. Jika ini sedang di rumah, sudah pasti saya tidur. Minimal di depan televisi atau mac sambil ngopi. But, now on, I’m in the office. Haram hukumnya bermalas-malasan atau malah tidur di waktu kerja. Mungkin sebagian orang melakukannya, tapi tidak dengan saya (kalau lagi sadar aturan sih).
Sebenarnya memang begitu, sifat malas sepertinya sudah fitur default yang terinstall di masing-masing manusia. Namun dengan semangat kerja yang baik, saya rasa manusia mampu mengubah hidupnya jadi lebih produktif.
Berhubungan dengan tingkat produktifitas kerja, saya baru saja membuat interface untuk background service buatan senior saya. Interface berbasis web ini diutamakan pada kemampuan menampilkan data ke dalam bentuk grafis yang memudahkan sang pemantau produktifitas staff (supervisor, lead, producer, manager, director).
ini hasil graph buat saya sendiri :
ah, rupanya saya terdeteksi menghabiskan lebih banyak waktu untuk membuka aplikasi yang berhubungan dengan web browser.
Namun, jangan salah. Saya kan memang web developer. Wajar dong kalau lebih sering membuka web browser. :)
Mungkin, bagi sebagian orang bakal mempertanyakan, kok mau monitoring kinerja orang sampai segitunya. Bukan masalah di “sampai segitunya”, karena pertanyaan tadi memang akan ditanyakan oleh orang yang takut kinerjanya dimonitor. Bagi yang merasa bekerja maksimal, tentu tidak akan protes.
Challenge your self
Memang sejujurnya, tidak mudah mengubah perilaku malas. Namun, untuk prestasi kerja, apalagi jika kita sudah berumahtangga, segala kebutuhan semakin meningkat, kita harus berani mengubah sifat negatif, terutama malas.
Menantang diri sendiri, menentukan target adalah salah satu cara. Sebab, yang mampu mengukur kemampuan diri kita, adalah diri kita masing-masing. Memulai memang sulit, namun berani melangkah adalah satu perubahan besar. Seorang Thomas Alva Edison tidak akan menemukan lampu pijar dengan tidur-tiduran, ngopi, jagongan di angkringan saja (eh lho, Thomas mana dulu nih). Beliau pernah berkata, hasil penemuannya selalu mempunyai komposisi yang sama : 99% kerja keras, 1% ilmu.
Tanpa bermaksud menghakimi, karena saya sendiri juga masih dalam tahapan belajar (memang seharusnya manusia tidak putus belajar), manusia dengan sifat pemalas to the max (halah), cenderung mempunyai sifat buruk lainnya, misalnya selfish.
Nah lho, masih mau pelihara sifat malas ? Ayo berubah !
Beberapa saat yang lalu, saya dan keluarga pulang ke kampung halaman, kota tercinta, Malang. Menyusuri padatnya lalu lintas dan sampailah di bumi Arema ini. Bicara soal Malang, tentunya kita sering mengasosiasikan kota ini dengan Apel, Bakso dan tentunya Arema. Arek Malang, merupakan padanan frase dengan arti Anak Malang. Sebagai informasi, yang disebut Malang ini bukan terbatas pada kota Malang dan kabupatennya, namun termasuk daerah sekitarnya, seperti Batu.
Nama Arema memang sebelumnya tercatat pada sejarah kerajaan Singosari, ketika dipimpin Raja Kertanegara. Saat itu, Kertanegara mempunyai Patih hebat bernama Kebo Arema. Kehebatannya dalam menumpas berbagai pemberontakan, membuat namanya diabadikan untuk sebuah klub sepak bola terbesar, yang kemudian bertumbuhkembang sebagai tradisi di Malang Raya.
Tentang Arema, sebuah klub yang digemari hampir seluruh warga Malang Raya yang bahkan lebih populer ketimbang saudara tuanya, Persema Malang, banyak hal menarik di dalamnya. Arema dan Malang adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Seperti Jakarta dengan Persija-nya.
Ketika anda mencoba menyusuri daerah Malang, dari kampung ke kampung. Tukang becak, ojek, supir angkot, pedagang, warga kampung, semua bicara Arema. Hal ini adalah bukti bahwa Arema bukanlah klub sepak bola semata, namun juga Tradisi, Budaya dan Warisan. Sehingga jangan heran, kapanpun dan dimanapun Arema berlaga, Aremania dan Aremanita siap membirukan stadion, bahkan termasuk saat melawat ke Surabaya, Persebaya, dimana banyak Aremania bilang, mereka adalah rival. Ini juga membuktikan slogan Aremania, “Kami tidak ke mana-mana, tapi kami ada di mana-mana”.
suatu sore, di sebuah perusahaan manufaktur. tepatnya di departemen HRD, bagian payroll and time attendance, terjadilah percakapan sebagai berikut :
Employee :
Bu, ini di report kok absen out saya ga muncul ya ? Padahal saya yakin kemarin absen lho sebelum pulang !
HRD :
Oh gitu (yang beginian udah biasa terjadi) ... di sistem saya data nya ga ada lho
Konsultan :
(ini gue ) .. sepertinya anda salah swipe deh. anda swipe ke arah in nih ?
Employee :
Ga kok, yakin saya. Swipe nya udah bener arahnya.
Konsultan :
Lho pulang jam berapa ?
Employee :
5 sorean gitu deh
Konsultan :
ini jam 5 sore anda terdeteksi sebagai absen IN lho
Employee :
masak sih
HRD :
masak di pantry atau di dapur mbak, sekarang sampeyan salah. ndak usah ngotot, sampeyan balik ke line dan saya ubah datanya. lain kali kalau tau salah ndak usah nyolot, ntar saya potong absen situ baru terasa !
Sebenarnya saya bukan dalam kapasitas pakar HR atau di bidang personalia, apa lagi saya selama ini kerja cuman jadi buruh saja, tapi saya mau menuangkan uneg-uneg yang terhimpit di otak dan hati saya, mengenai tingginya tingkat pergantian (keluar-masuk) karyawan di sebuah perusahaan. Tentu saja sebenarnya ini adalah sebuah masalah di sudut pandang saya pribadi, tapi entah mengapa, tidak semua perusahaan menyadari hal itu, terutama perusahaan yang belum mature. Lalu apakah hal tersebut penting untuk diperhatikan ? Apakah hal ini sebuah masalah ?